Mahasiswa KKN Membangun Keharmonisan Desa Langgongsari melalui Rutinitas Tadarus Al-Qur’an
Langgongsari – Suara Merdu Lantunan Al-Qur’an Menghiasi Malam Desa
Di tengah malam yang tenang, Desa Langgongsari kini diramaikan dengan alunan merdu ayat-ayat suci Al-Qur’an. Sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) telah memulai kembali tradisi yang menyejukkan hati: tadarus Al-Qur’an setiap malam setelah sholat Isya di Masjid Darut Taubah yang asri.

“Kami ingin membawa cahaya Al-Qur’an ke tengah masyarakat,” ujar Fauzan, koordinator Desa KKN, dengan sorot mata penuh semangat. Setiap malam, mereka tekun membaca satu juz Al-Qur’an, mengisi keheningan desa dengan lantunan ayat-ayat suci yang mendalam.
Memasuki minggu kedua, semangat mereka tetap membara meski belum ada warga yang bergabung. “Kami yakin, cinta pada Al-Qur’an itu menular,” tambah Intan, anggota kelompok KKN lainnya. “Mungkin saat ini kami hanya bersuara kecil, tapi kami percaya suatu hari nanti, seluruh desa akan melantunkan ayat-ayat Allah.”
Inisiatif ini bukan sekadar program KKN biasa. Para mahasiswa berharap dapat menanamkan benih kecintaan pada Al-Qur’an yang akan terus tumbuh, bahkan setelah mereka kembali ke kampus. “Bayangkan jika setiap rumah di Langgongsari memiliki cahaya Al-Qur’an yang menyala setiap malam. Itulah impian kami,” kata Fauzan penuh harap.
Meski tantangan masih menghadang, semangat para mahasiswa ini tak terbendung. Mereka mengundang seluruh warga Langgongsari untuk bergabung, merasakan keindahan Al-Qur’an bersama-sama. “Mari kita hidupkan kembali tradisi tadarus di desa kita. Bersama, kita bisa menciptakan harmoni yang indah antara langit dan bumi,” ajak Intan dengan senyum hangat.
Akankah api semangat para mahasiswa ini mampu menyalakan kembali tradisi tadarus di Desa Langgongsari? Hanya waktu yang akan menjawab. Namun satu hal yang pasti, setiap malam di Masjid Darut Taubah, pintu selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin meresapi kesejukan ayat-ayat Al-Qur’an.
